porno

Ruang residensi gedung pasca sarjana informatika universitas telkom ini memang tidak pernah sepi, selalu ada saja seseorang yang beraktifitas, mulai dari garuk-garuk kepala, membaca, bergurau, hingga yang asyik menghadap komputer. Apa sih yang mereka lakukan??, itulah pertanyaan saya pertama kali mengenal ruangan ini. Baiklah kita bahas satu persatu.
Sejatinya magister informatika universitas telkom masih satu lingkup dalam kendali mutu fakultas informatika. Apa bedanya dengan fakultas institusi yang lain?, fakultas informatika sangat berbeda jauh dengan fakultas teknik informatika, bukan saja dalam penamaannya saja, namun tujuan dari pembelajaran disini juga berbeda, seperti yang dijelaskan dalam kuliah umum kelompok keahlian Data Science dengan narasumber Prof. Maman A. Djauhari pada 8-Maret 2017 bahwa “Fakultas Teknik Informatika dibentuk untuk menghasilkan teknisi, praktisi, sedangkan Fakultas Informatika dibentuk dengan tujuan untuk ikut andil dalam mengembangkan ilmu, pengetahuan dan teknologi bidang informatika”. Harap difahami arti kata “Mengembangkan” disini artinya bukan saja menggunakan dan atau menerapkan metode dalam bidang informatika saja, namun juga diharapkan dapat menghasilkan “improvement” dari metode-metode yang digunakan dalam menyelesaikan masalah atau kasus-kasus yang diangkat dalam thesisnya. Disini suatu objek riset (thesis) bukan saja dinilai apakah masalah tersebut dapat diselesaikan oleh mahasiswa tersebut dengan baik, namun lebih mengarah pada seberapa kompleks dan akurat metode yang digunakan dalam menyelesaikan thesis tersebut. Akurasi dan kompleksitas sudah menjadi istilah yang tidak asing, semua dijabarkan dalam rangkaian sistem belajar-mengajar dalam magister informatika telkom. Menyelami metode atau algoritma adalah sesuatu yang wajar dan merupakan suatu “keharusan”, maka disinilah pentingnya pemahaman dan analisis algoritma.
Publikasi merupakan suatu kewajiban setiap mahasiswa magister informatika untuk menghasilkan jurnal ilmiah dari topik penelitiannya dan dapat disubmit pada jurnal internasional. Karena hal ini merupakan kebijakan akademik maka fokus magister informatika adalah menghasilkan periset handal (maaf terlalu lebay). Parameter utama diterapkan untuk “state of the art” riset, yaitu: kontribusi, originalitas dan novelti. Jalannya riset akan dipantau secara berkala melalui “progress report seminars” setiap 1 semester 2 kali dan diperkenalkan kepada mahasiswa lain secara singkat dan jelas melalui program “3 minute competition”, disamping itu juga diselenggarakan “Thesis Camp” selama 3hari penuh dihotel untuk dapat berkomunikasi dengan Supervisor dan mempercepat tercapai goal riset. Untuk dapat mewujudkan dan menjamin kebijakan mutu tersebut maka peran residensi sangat diperlukan. Residensi sangat membantu mahasiswa dalam proses jalannya pengerjaan riset. Mahasiswa yang biasa belajar dan riset diresidensi biasa disebut “Penghuni Residensi”. Lantas apa saja aktifitas yang biasa dilakukan mahasiswa-mahasiswa “Penghuni Residensi” ini?? Yuk yuk capsuzzz
  • Bimbingan Dengan Supervisor
Sudah dijelaskan diatas bahwa tradisi riset kami sangat kental, maka diskusi sangat diperlukan untuk menghindari kesalahan persepsi dan pemahaman metode pada jalannya riset. Kebijakan mutu tentang riset melahirkan program “Research Based” yang hanya dapat diikuti oleh mahasiswa yang mengambil peminatan “multimedia informatics”, namun tentunya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Disamping itu mahasiswa peminatan “multimedia informatics”  yang tidak memenuhi syarat tetap dapat menjalankan “study” dan “researchnya” dengan mengambil “Course Based”.  Kebijakan “course based” ini juga diterapkan pada peminatan “Socio Informatics” dan “Data Mining”.
Disamping itu diresidensi, kami antar mahasiswa terbiasa berdiskusi tentang matakuliah, metode riset yang digunakan, bahkan tentang budaya dan sosial, sesi diskusi dan sharing ini diikuti oleh mahasiswa lokal dan “international student”.

 

  • Pergi “Conference” Bareng
Disamping belajar dan riset, jika ada kesempatan,kami juga diminta hadir dalam “conference” untuk mengetahui jalannya presentasi dan sharing riset, namun tujuan utama kehadiran kami adalah untuk mengetahui “State of The Art” bidang riset saat ini.
 
  • Pergi Seminar Bareng
Seminar adalah cara tercepat dalam bertukar dan mendapatkan informasi tentang keilmuan tertentu. “Penghuni Residensi” secara rutin mendaftar dan menghadiri seminar untuk menambah wawasan tentang peluang riset yang akan mendatang.
  • Pergi  Donor Darah Bareng
“Penghuni Residensi” juga secara berkala dan teratur ikut berbagi dalam kegiatan sosial di PMII Bandung, karena mereka tahu pentingnya setetes darah bagi yang membutuhkan. #So_Sweet

 

  • Olah-raga dan Jogging Bareng
“Dalam Tubuh Yang Sehat Terdapat Jiwa Yang Kuat” pepatah itu tak akan lekang. “Penghuni Residensi” juga perlu mejaga kesehatan untuk dapat selalu berpacu dalam risetnya.
  • Masak dan Makan Bareng International Student

Ini adalah bagian terasyik kegiatan “Penghuni Residensi” tiap bulan, mencicipi masakan negeri tetangga.

  • Ambil Data Riset Bareng
Data adalah kebutuhan primer riset kami, tanpa adanya data yang cukup, penelitian akan hampa dan tidak syah. (Ngeri)
  • Nonton Bareng
Sesekali kami perlu merileksasikan fikiran dan mendukung tim nasional sebagai wujud kecintaan pada tanah air. “Penghuni Residensi” sekali-kali dapat nonton timnas bersama (Bahkan biasanya “international student” juga ikut mendukung timnas).
 
  • Makan Kekantin Bareng
Logika tidak adan jalan tanpa konsumsi. ya… begitulah, para “Penghuni Residensi” juga butuh asupan makanan untuk tetap hidup. (emang cuma makan??). 😀
  •  Pergi Pengajian Bareng
Kita sadar tuhan adalah penentu segalanya, tanpa asupan rohani hidup akan berasa hampa dan jalannya riset akan sia-sia belaka. kami punya masjid syamsul-ulum yang megah, tempat dimana kami dapat menimba ilmu agama dan beribadah.
  • Kenduri Bareng

Inilah momen yang paling ditunggu, kenduri kelulusan. Doain “akang” Mudahan cepat lulus ya.. aaamiin. (Liemubai)

Tujuan utama dari terbentuknya aplikasi adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik kebutuhan dalam bertransaksi, menyampaikan informasi, berkomunikasi maupun sebagai sarana hiburan. Tercapai atau tidaknya tujuan sebuah aplikasi dapat dilihat dari seberapa adaptif aplikasi tersebut dapat berjalan dalam suatu sistem operasi sehingga dapat diakses oleh semua pengguna gadget dan dalam berbagai ketersediaan jaringan yang menjangkau wilayah pengguna. Permasalahan ini bukan saja mencakup pada kecepatan akses terhadap suatu aplikasi tersebut, banyaknya data yang dapat diakses oleh pengguna, namun juga seberapa maksimal server dapat menangani permintaan akses semua pengguna secara bersamaan dan dapat dilayani secara cepat dan tepat. Kejadian error maupun stuck sistem pada suatu gadget yang terjadi karena gadget mengakses aplikasi terlalu berat maupun kesalahan server dalam menangani permintaan data oleh pengguna adalah hal yang patut dihindarkan. Untuk dapat menangani permasalahan tersebut maka Kelompok Keahlian SIDE mengadakan seminar dan sharing pada 8 maret 2017 dengan nara sumber Ibnu Sina Wardy. Bertempat di Ruang Rapat Gedung D Lantai 3, Founder of GITS Indonesia, Google Developer Expert (Android) mempresentasikan materi diantaranya “Building for Billions, Material Design, dan Design Sprint”.
Foto kegiatan tersebut dapat diakses digaleri dengan query Trend Mobile Development. (Liemubai)

Selamat siang, berikut daftar kalender kegiatan Pascasarjana thn 2017 …

2017 Kalender kegiatan Pascasarjana.pdf

Untuk membangun kondisi akademik yang kondusif di lingkungan S2 Teknik Informatika Telkom University, pada tanggal 20 maret 2017 bertempat diruang G203-304 dilaksanakan 3 Minute Thesis Competition season 4. 3MTC adalah ajang dimana mahasiswa aktif s2 Informatika Telkom University mempersentasikan thesis mereka dalam waktu tiga menit secara komunikatif. Acara ini diikuti oleh 9 peserta dan dibuka langsung oleh Bapak Dana S Kusumo selaku ketua program studi S2 Teknik Informatika. Sedangkan juri dalam kompetisi ini terdiri dari 2 orang yakni Bapak Dana S kusumo dan Ibu Florita D Sari yang merupakan dosen di Fakultas Informatika Telkom University. Antusias penonton cukup banyak untuk menonton kompetisi ini.

 

Saat-saat dimana beberapa  peserta 3 Minute Thesis Competition mempresentasikan thesisnya..

3 Minute Thesis Competition kali ini dimenangkan oleh Saudari Heni Endah V sebagai juara 1 dan saudara Dadi Davino sebagai juara 2.

Selamat kepada para pemenang.. Sampai jumpa pada 3 Minute Thesis Competition selanjutnya.

 

 

Kompetisi statistika tidak memandang tools, namun lebih mengedepankan “Algorithm”. itulah kata-kata yang diungkapan dalam seminar “Preparing Highly Competitive Young Indonesian Professionals” yang diadakan kelompok keahlian MCE tentang Data Science pada 8 maret 2017 dengan nara sumber Maman A. Djauhari. Bertempat di ruang rapat gedung D lantai 3 Universitas Telkom, pendiri The Bandung Statistical Research Institute Tjahaja Bina Statistika Indonesia, LTD.P memberikan materi kuliah tentang “Role of Statistics, Statistical Inference dan Data Analysis (Descriptive Statistics)”.

Foto kegiatan tersebut dapat diakses digaleri dengan query kompetisi statistik. (Liemubai)

Copyright - 2013 Telkom University